Aktivitas Kapal Domino

Tampilkan postingan dengan label BERITA KRIMINAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA KRIMINAL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2018

Juni 16, 2018

Sadis!! Dokter ini saksikan Istri dan Putrinya Diperkosa Oleh Sekelompok Pemuda Bersenjata Tajam



Seorang ibu dan anak perempuannya dirudapaksa oleh sekelompok pemuda bersenjata di depan suaminya.

Aksi keji ini terjadi di Bihar, India, Rabu (13/6/2018) saat sang pria bersama anak dan istrinya dalam perjalanan menuju ke rumahnya.

Sang Ayah yang seorang dokter, usai dari klinik bersama istri dan putrinya yang berusia 15 Tahun pulang menaiki sepeda motor, sekira pukul 20.00 waktu setempat.

Dalam perjalanan mereka dicegat oleh sekelompok pemuda berjumlah 20 orang membawa senjata.

Mereka menyuruh keluarga tersebut turun dari motor dengan menodongkan senjata api.

Istri dan anak perempuan disekap, sang ayah berusaha menghentikannya namun ia ditahan dan diikat di pohon.

Kemudian para pelaku memperkosa istri dan anak perempuan dokter tersebut.

Tindakan tak bermoral ini telah diproses oleh pihak kepolisian setempat.

Tak lama usai insiden terjadi, sebelas pelaku tertangkap dan keesokan harinya sembilan pelaku lainya juga berhasil diringkus.

Ternyata kejahatan gerombolan pemuda ini telah menjadi sorotan, sebelumnya melakukan pencurian sejumlah telepon genggam dan terlibat kasus pemalakan uang para siswa di desa tersebut.



Daftar main Poker dan Domino online di KAPALDOMINO | Bonus Depo Pertama 10rb | Next Depo 2 % |Link Utama| WWW.KAPALDOMINO.NET | Link Alterntif |  WWW.MAINBOS.COM | WWW.KARTUAPI.COM

Jumat, 15 Juni 2018

Juni 15, 2018

Misteri Pelempar Batu di TOL, Akhirnya Terungkap, Pelaku Ternyata 2 Remaja Bocah!!



Musim mudik tahun ini diwarnai horor pelemparan batu di jalan tol. Setidaknya aksi pelemparan batu ini sudah terjadi dua kali dan memakan korban jiwa.

Pelemparan batu di tol pertama terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek pada Kilometer 6.300, Pondok Gede, Bekasi Kota, Selasa pagi, 5 Juni 2018.

Dalam peristiwa ini, dua mobil menjadi korban, yang mana satu pengendara tewas dan lainnya luka-luka.

Belum terungkap siapa pelaku pelemparan batu ini, aksi serupa kembali terjadi di ruas tol Jagorawi KM 14, pada Senin dini hari, 11 Juni 2018.

Pada peristiwa kedua ini, yang menjadi korban adalah kendaraan seorang jenderal TNI AD.

Mobil Toyota Fortuner hitam B 203 RFD yang dikendarai Praka Robinson Santun Sinaga tersebut, tengah membawa Brigjen TNI Syaiful menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Saat melintasi pintu keluar Tol Cibubur pukul 03.00 WIB, tiba-tiba dari atas jembatan ada yang melempar batu hingga mengenai kaca bagian depan mobil.

Brigjen TNI AD Syaiful berdinas di Dewan Pertahanan Nasional (Watanas).

Terkait kejadian ini, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro megungkapkan, sudah ada lima saksi yang dimintai keterangan.

"Masih kami selidiki. Saat ini sudah ada lima saksi yang kami mintai keterangan," kata Bintoro, Selasa 12 Juni 2018.

Selain lima saksi itu, Kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain rekaman CCTV dan batu yang diduga digunakan untuk merusak mobil.

Kejadian ini langsung membuat TNI bergerak. Anggota TNI mendatangi jembatan Cibubur Junction, Depok, Jawa Barat, Selasa, 12 Juni 2018. Mereka datang untuk menjaga lokasi tersebut selama 24 jam, guna menghindari kejadian itu terulang kembali.

"Kegiatan yang dilaksanakan memberikan pengertian tentang maraknya kasus pelemparan batu di tol, serta mengajak mereka untuk membantu mengawasi," kata Kapendam Kodam Jaya Kolonel TNI Kristomei Sianturi. Saat pengawasan itu, sejumlah warga dimintai keterangan.

Untuk mengungkap siapa pelaku pelemparan batu itu, Kodam Jaya membuat "sayembara" akan memberikan cendera mata kepada siapa pun yang melihat dan mengamankan pelaku.

"Ada hadiah buat yang amankan pelaku, akan diberikan cenderamata dari pihak TNI sebagai tanda terima kasih," pungkas Kristomei.

Selang dua jam setelah pengumuman dari TNI, polisi berhasil mengamankan dua remaja yang diduga melempar batu di Jembatan Tol Malaka, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, dua orang itu berinisial T dan H. Mereka ditangkap petugas yang berjaga di sekitar lokasi.

Kedua orang itu masing-masing berumur 15 hingga 17 tahun. Menurut Argo, mereka menunggu sahur sambil bermain di atas jembatan sambil menjatuhkan batu.

"Pelemparan batu kerikil dari atas jembatan Tol Malaka di atas lajur 4 dari Bogor arah Jaya, yang dilakukan oleh pelaku T," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/6/2018).

Melihat hal itu, petugas datang menghampiri mereka. Dari tangan mereka, petugas mendapati satu buah kantong plastik berisikan batu krikil.

"Kita amankan juga satu bungkus plastik batu kerikil sisa pelemparan, dan satu bungkus plastik pecahan genting," ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan intesif, ditemukan kedua pelaku sengaja melakukan aksi pelemparan batu tersebut.



"Jadi persiapan mereka dengan mengumpulkan batu kerikil di dekat jembatan penyeberangan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra di Polres Metro Jaktim, Rabu, 13 Juni 2018.

Keduanya ditangkap oleh petugas yang berjaga saat mereka akan melakukan aksinya. Penangkapan itu terjadi Selasa dini hari menjelang sahur.

Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengakui perbuatannya. H merupakan orang yang melempari batu ke bawah jembatan.

"Sedangkan, TZ bertugas mengawasi kendaraan yang melintas di jalan tersebut," kata Tony.

Para tersangka, lanjut Tony, telah memprediksi kecepatan kendaraan yang melintas. Dengan begitu, ketika dilempar, batu akan tepat mengenai sasaran.

"Untuk memposisikan batu saat mobil berkecepatan tinggi bisa tidak kena karena sangat cepat," ujar Tony.

Kedua remaja itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 170 ayat 1 KUHP tentang Tindak Kekerasan Terhadap Barang dan Orang di Muka Umum dan Pasal 406 ayat 1 KUHP tentang Pengrusakan. Ancamannya hukuman pidana di atas lima tahun bui.

"Kami kenakan pasal tersebut karena keduanya dengan sengaja dan sadar," pungkas Tony.

Apakah peristiwa pelemparan batu di Tol Jagorawi ada kaitannya dengan di Tol Jakarta-Cikampek?

Menurut kepolisian, belum ada keterangan yang bisa mengaitkan aksi di kedua tol itu.

Sebelumnya polisi juga telah bergerak mengantisipasi aksi pelemparan batu dari jembatan penyeberangan orang (JPO) di jalan tol .

Polda Metro Jaya menerjunkan personelnya di 12 JPO di wilayah Bekasi untuk menjaga tol, khususnya yang menjadi jalur mudik.

"Agar tak terulang lagi hal yang sama," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin 11 Juni 2018.

Selain Polres Bekasi, semua Polres yang memiliki JPO pada perlintasan tol di wilayah hukumnya juga diminta melakukan pengamanan serupa.

Tak hanya pengamanan oleh polisi. Argo juga berharap masyarakat ikut berperan mencegah aksi lempar batu kembali terulang.

"Kami juga akan mengajak pengamanan di desanya masing masing, kami ajak untuk peduli, dan mengawasi JPO-nya masing masing," pungkas Argo.

Dalam peristiwa pelemparan batu di Tol Jakarta-Cikampek, polisi menemukan batu berukuran sangat besar.

Batu itu dilempar dari atas jembatan tol hingga membuat kaca depan Avanza B 1056 ERF dan mobil Cayla G 8696 ZP pecah.

Daftar main Poker dan Domino online di KAPALDOMINO | Bonus Depo Pertama 10rb | Next Depo 2 % |Link Utama| WWW.KAPALDOMINO.NET | Link Alterntif |  WWW.MAINBOS.COM | WWW.KARTUAPI.COM

Sabtu, 09 Juni 2018

Juni 09, 2018

8 Fakta Misteri Mayat Wanita Dalam Box




Penemuan mayat dalam box di Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar menggegerkan warga pada Minggu (10/6/2018) dini hari.

Reserse Mobile Polda Kalimantan Selatan langsung turun tangan melakukan penyelidikan untuk mendukung jajaran Reskrim Polres Banjar.

Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat membenarkan jajarannya membantu penyidikan kasus mayat dalam box ini.

"Ia, kita back up," ucap Sofyan kala dihubungi.

Penemuan mayat dalam box di Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar menggegerkan warga pada Minggu (10/6/2018) dini hari.

Reserse Mobile Polda Kalimantan Selatan langsung turun tangan melakukan penyelidikan untuk mendukung jajaran Reskrim Polres Banjar.

Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat membenarkan jajarannya membantu penyidikan kasus mayat dalam box ini.

"Ia, kita back up," ucap Sofyan kala dihubungi.

1. Awalnya Dikira Korban Mutilasi

Penemuan mayat di dalam kontainer box berwarna putih membuat pihak penyidik bekerja keras mnyelidiki penyebab tewasnya korban yang diduga berjenis kelamin wanita ini.

Petugas gabungan sendiri tampaknya masih berada di lapangan menyelidik kasus yang menghebohkan warga Sungai Tabuk ini.

Dugaan sendiri korban di bunuh dan diduga dimutilasi.

Pasalnya tubuh korban yang dibungkus plastik dan ditaruh dalam box dan muat.

Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat yang dikonfirmasi Minggu (10/6/2018) pagi mengatakan kasus ini masih mereka lidik.

Ditanya apakah korban di mutilasi, perwira berpangkat melati 3 ini tak mengelaknya.

"Ia di mutilasi," ucapnya via WA.

2. Korban Ternyata Diikat

Sempat ada dugaan korban dimutilasi ternyata tampaknya tidak.

Ini setelah petugas membuka kontainer box tersebut.

"Korban bukan di mutilasi tapi diikat dan dimasukkan ke box kontainer," ungkap Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat kala kembali dikonfirmasi,

Yang jelas saat ini petugas tengah melakukan lidik di lapangan dan mayat sendiri saat ini berada di RSYD Ulin Banjarmasin.


3. Usia Korban

Petugas gabungan terus menyelidiki temuan mayat di dalam kontainer box di di Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar .

Dimana saat ini mayat telah dibawa ke RS untuk dilakukan aotopsi, Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete mengatakan saat ini petugas tengah melakukan lidik di lapangan.

"Kita masih lidik diback up Polda Kalsel," paparnya.

Takdir pun membenarkan mayat berjenis perempuan dengan usia sekitar 30 tahun ke atas sampai 40 tahun.

4. Mayat Berjenis Kelamin Perempuan

Kegegeran terjadi di kawasan Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (10/6/2018) pagi.

Diinformasikan ada penemuan mayat di sana.

Bikin geger lantaran disebutkan mayat yang ditemukan itu adalah jenis kelamin perempuan dan diperkirakan usia remaja.

Jadi makin heboh mayat ditemukan di dalam Musala Musyarofah.

Mayat ditempatkan di dalam boks plastik kontainer warna putih dengan dibungkus kantong kresek besar warna hitam lalu ditutup rapat serta di tali rafia.

"Ya, heboh informasi itu, baru terima informasi nya juga tadi, ngeri sekali ada kejadian seperti ini di Bulan Ramadan," kata Fikri, relawan Kalsel.

5. Ciri-ciri Korban

Berdasarkan pantauan Banjarmasinpost.co.id di kamar pemulasaraan RSUD Ulin Banjarmasin Kalsel, mayat tersebut berjenis kelamin perempuan.

Meski mayat itu semula tersimpan di sebuah box di langgar Musyarafah, namun saat mayat dikeluarkan dari lemari pendingin ternyata kondisinya terlihat masih utuh.

Dari balik selembar kain putih yang menutupi tubuhnya, jenazah tersebut juga berambut pendek sebahu.

Kondisi berangsur menghitam, tanpa ada kekurangan satu organ tubuh satu pun.

"Tidak ada. Mayat utuh kok. Jadi tidak benar bila korban dimutilasi," jelas Fauzi, anggota Tim Forensik RSUD Ulin Banjarmasin.

6. Warga Minta Polisi Ungkap Kasus Penemuan Mayat

Warga Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar terus lempar tanya.

Siapa pelaku yang tega menempatkan mayat perempuan di dalam boks plastik kontainer dibungkus kresek hitam besar, diikat dan ditutup rapat?

Sebut pelaku tak berperikemanusiaan dengan perbuatannya, warga minta polisi bisa gerak cepat mengungkap kasus tersebut.

Sementara pihak kepolisian pun diketahui masih melakukan tugasnya di lapangan untuk mengungkap kasus ini.

Diinformasikan ada penemuan mayat di sana.

Bikin geger lantaran disebutkan mayat yang ditemukan itu adalah jenis kelamin perempuan dan diperkirakan usia remaja.

Jadi makin heboh mayat ditemukan di dalam Musala Musyarofah.

Mayat ditempatkan di dalam boks plastik kontainer warna putih dengan dibungkus kantong kresek besar warna hitam lalu ditutup rapat serta ditali rafia.

Hingga berita ini diturunkan, BPost Online terus masih mencari informasi lanjutan perihal kejadian ini.

Belum didapat konfirmasi pihak kepolisian setempat perihal kejadian ini.

7. Petugas Kamar Mayat Perkirakan Waktu Pembunuhan

Identitas mayat pun masih belum diketahui dan kini boks berisi mayat sudah dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin guna pemeriksaan lebih lanjut.

Mayat dalam box yang ditemukan di Mushalla Al Musyarafah, Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk, sudah masuk di Ruang Pendingin Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, Minggu (10/6/2018) pukul 10.36 Wita.

Pintu ruang pendingin terlihat tertutup rapat. Hanya orang yang berkepentingan yang boleh memasuki ruangan tersebut.

Menurut penjelasan penjaga kamar mayat, bahwa mayat di antar oleh Krimum Polda Kalsel tadi pagi, sekitar pukul 08.30 Wita.

"Ini mayatnya baru aja kayaknya. Tadi mayatnya ada di dalam box warna putih agak besar. Dan ini tadi tubuhnya masih belum kaku. Kalo sudah kaku dia tidak bisa lagi di buat di dalam kotak. Perkiraan tadi malam ini pembunuhannya," ujar petugas penjaga kamar mayat, saat ditemui banjarmasinpoat.co.id, di depan kamar mayat, RSUD Ulin Banjarmasin.

Mayat saat di dalam box dibungkus tiga lapis plastik sampah berwarna hitam.

Saat tim banjarmasinpost.co.id diperbolehkan memasuki ruang pendingin tersebut, terlihat mayat bertubuh cukup besar. Rambutnya berwana hitam dan sedikit ada warna putih.

Tubuh mayat diselimuti kain putih. Kulitnya berwarna cokelat, sawo matang

Menurut info terakhir, mayat perempuan tersebut diduga beralamat di Anjir Serapat.

8. Saksi Mata Cerita Lelaki Misterius

Kegegeran terjadi di kawasan Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (10/6/2018) pagi.

Menurut saksi mata, Zulkifli (18) sekitar pukul 12.30 Wita, ketika ia sedang tadarus Alquran bersama sejumlah jamaah Musala Al Musyarrofah, seorang pria yang berusia sekitar 40 tahun dengan mengendarai satu unit sepeda motor merek Yamaha Yupiter mampir di depan musala dan menurunkan barang bawaannya berupa box plastik putih biru.

"Laki-laki itu berjabis, kemudian menitip box, saat ditanya isinya apa, laki-laki itu menjawab isinya pakaian," terang Zulkifli

Zulkifli menambahkan, laki-laki itu kemudian pamit pulang karena mengambil handphonenya yang ketinggalan.

Zulkifli menuturkan awalnya ia dan teman-temannya tidak curiga, karena saat itu tempatnya di musala.

Namun, hingga selesai salat subuh pengendara sepeda motor pembawa box ini belum juga kembali.

"Karena orang itu belum kembali, jadi orang tua di kampung sini berinisiatif membuka box tersebut," terangnya.

"Setelah dibuka, ternyata ada beberapa lapis kantong plastik yang terbungkus rapi, dan setelah betul-betul terbuka, kami terkejut ternyata tampak ada tangan yang terikat," jelas Zulkifli.

Zulkifli menambahkan setelah mengetahui isi box plastik tersebut, box diamankan kedalam musala, dan ia bersama jamaah lainnya melaporkan ke Ketua RT, Pambakal dan akhirnya dilanjutkan ke Polsek Sungai Tabuk.

Sampai pukul 11.30 Wita, Musala Al Musyarrofah tampak sudah sepi, tidak ada aktivitas jamaah di dalam maupun di sekitar musala.

Sebelumnya, warga di Desa Pemakuan Kecaatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dikejutkan dengan penemuan mayat yang di depan musalla Al Musyarrafoh Sungai Tabuk, Minggu (10/6) dinihari.

Mayat itu berada dalam sebuah box putih yang ditinggalkan seseorang.



Daftar main Poker dan Domino online di KAPALDOMINO | Bonus Depo Pertama 10rb | Next Depo 2 % |Link Utama| WWW.KAPALDOMINO.NET | Link Alterntif |  WWW.MAINBOS.COM | WWW.KARTUAPI.COM

Jumat, 01 Juni 2018

Juni 01, 2018

Pendeta HK Senyum-senyum Usai Memperkosa dan Bunuh Mahasiswi




Rosalia Cici Maretini Siahaan, 21 tahun, ditemukan tewas mengenaskan dengan terdapat bercak sperma di kamar mandi Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) di Dusun XII, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (31/5/2018) pukul 10.30 WIB.

Pelakunya diduga pendeta di gereja tersebut sekaligus ayah angkat korban, Henderson Sembiring Kembaren alias HK.

Roslina atau yang akrab disapa Lin, ditemukan bersimbah darah tergeletak di lantai kamar mandi gereja.

Terdapat luka dalam senjata tajam di bagian leher dan luka robek di kepala.

Selain itu, bagian pinggang ke bawah sudah tak mengenakan celana dan ditemukan sperma di jasadnya.

Penyelidikan sementara polisi diduga kuat korban diperkosa sebelum dibunuh oleh pelaku.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan awal, benar ada sperma, tapi belum tahu itu punya siapa. Kami juga masih menunggu hasil autopsi dari pihak RS Bhayangkara Medan," ujar Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (1/6/2018).


Tewasnya Rosalia Siahaan pun sontak membuat heboh warga sekitar.

Hanya dalam beberapa menit, warga sudah berkerumun di sekitar lokasi.

Seorang saksi mata, LP mengatakan sebelum temuan itu, sekira jam 11.00 Wib, warga sekitar gereja mendengar teriakan dari bagian belakang gereja.

"Kira kira jam 11.00 WIB saya dengar teriakan suara macam orang minta tolong gitu dari belakang gereja. Tapi kami takut mendekat," ujarnya.

Dan tak lama kemudian, sang pendeta yang merupakan ayah angkat dari Rosalia keluar dari dalam dan langsung menggembok gerbang gereja.

Lantas, pendeta tersebut pergi dengan menaiki sepeda motor. "Sambil senyum-senyum, dia menyapa dan sempat bilang ke arah kami, `Sebentar ya aku beli nasi dulu'. Ada juga tadi warga yang nanya ke dia, tadi itu suara minta tolong siapa, dia jawab `Itu suara kucing," katanya.

Karena penasaran, LP bersama sejumlah warga lainnya kemudian nekat melompat pagar untuk memeriksa dari arah suara jeritan di bagian belakang gereja.

Warga lain, Boru Zebua, juga menyampaikan hal yang sama.

Ia mendengar suara jeritan minta tolong dari bagian belakang gereja sebelum ditemukan mayat korban.

"Orang kami duduk duduknya di teras ini jadi sempat dengar suara jeritan. Tapi itulah kami tanya suara apa itu dibilang pendeta itu gak adanya itu, cuma suara kucingnya itu. Kalau korban itu dia jemaat gereja ini," ujarnya.

Warga baru mengetahui adanya mayat di kamar mandi setelah seorang warga, Tetti Br Silaban mencoba melompat pagar untuk memastikan apa yang terjadi di dalam.

Tak disangka, ia melihat sesosok mayat perempuan dengan kondisi mengenaskan.

"Jadi curiga juga dia (Tetti) baru dilihatnyalah ke dalam. Enggak lama menjerit dia, kami dengar dan dibilangnya sudah mati. Itulah kami baru kemudian kami lihat, cuma dari jauh saja. Gak berani dekat dekat kepalanya itu kami lihat sudah berdarah," kata Boru Sitanggang.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat tentang temuan mayat itu, polisi melakukan olah TKP dan penyelidikan.

Kesimpulan sementara polisi, korban tewas dibunuh oleh pendeta Handerson.
Henderson Sembiring berhasil ditangkap oleh polisi tanpa perlawanan di Hargo Sari, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, tujuh jam setelah penemuan mayat korban.

Diduga saat itu, pendeta handerson dalam pelarian pasca melakukan pembunuhan.

Setelah berhasil ditangkap, pendeta Handerson langsung diperiksa intensif di Mapolres Deli Serdang.

Selain menyita senjata tajam pisau, polisi juga menyita kayu balok, sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam serta helm milik korban.

Pakaian milik korban turut dijadikan barang bukti.

Akibat Cemburu dan Kesal bandar poker

Rosalia Cici Maretini Siahaan adalah warga Desa Bangun Sari Dusun XIV, Salam Tani, Tanjung Morawa.

Dia merupakan anak kedua dari enam bersaudara dan tercatat sebagai salah satu jemaat aktif di gereja tersebut.

Sejak SMP, korban menjadi anak angkat dari pendeta Henderson.

Pendeta Henderson sendiri sudah beristri dan mempunyai dua anak.

Dari pemeriksaan terhadap pendeta handerson dan sejumlah saksi, diketahui antara korban dan pelaku ada hubungan asmara selama empat tahun.

Diduga Henderson menutupi hubungan asmaranya dengan menjadikan Lin sebagai anak angkat.

Kepada polisi, pendeta Handerson mengaku sakit hati dan emosi mendengar korban mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepadanya saat cekcok mulut.

"Kita belum tahu apakah pada saat kejadian korban ini diperkosa atau tidak. Karena memang ada hubungan asmara sebenarnya mereka. Katanya sudah empat tahun tapi ini masih kita dalami karena masih dari keterangan dia sajakan," ujar Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Ruzi Gusman.

"Kalau pembunuhan terjadi karena pelaku ini kesal dengan kata kata kasar yang diucapkan oleh korban. Marah pelaku dan naik pitam. Ya karena cemburu juga karena katanya ada pacarnya. Tapi ini masih kita dalami lagi betul tidaknya," jelasnya.

Polres Deli Serdang telah menetapkan pendeta Handerson sebagai tersangka pembunuhan terhadap Rosalia Cici Maretini Siahaan.

Kepolisian menjeratnya dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 15 tahun.

Sang istri tak kuasa menahan Tangis dan tak ingin keluar Rumah agenpokeronline

I Br Ginting, istri pendeta Henderson Sembiring Kembaren tak berani keluar dari dalam rumahnya setelah suaminya itu ditangkap oleh pihak kepolisian.

Di dalam rumahnya di Dusun VI Desa Nogo Rejo Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang, I Br Ginting terus menangis.

Dia pun tidak bersedia menemui saat wartawan mendatangi rumahnya pada Jumat siang.

Kakaknya, M Br Ginting mengatakan kalau adiknya itu terus-menerus menangis di dalam kamar setelah mengetahui sang suami ditangkap oleh polisi karena kasus pembunuhan.

Sang istri dan keluarga hingga saat ini pun belum bisa percaya Henderson melakukan perbuatan sekeji itu terhadap Rosalia.

"Tadi malam enggak bisa tidur dia. Ya menangis saja kerjanya, karena memang enggak sangka bisa seperti itu. Sebenarnya rumahku di Biru Biru, tapi karena kejadian ini datanglah aku kemarin. Adikku ini selama ini enggak pernah berbuat yang aneh aneh, enggak pernah lah menjelekkan nama keluarga,"ujar M Br Ginting.

Saat awal pertama awak Tribun Medan datang ke rumah Henderson ini, M Br Ginting sempat mengaku dirinya lah istri Henderson.

Namun, akhirnya dia mengakui kalau ia hanyalah kakak ipar dari pendeta Handerson.

"Adikku belum siaplah jumpa wartawan. Nangis saja dia itu. Untung ada anak anaknya yang menyuruhnya untuk kuat,"katanya.



Daftar main Poker dan Domino online di KAPALDOMINO | Bonus Depo Pertama 10rb | Next Depo 2 % |Link Utama| WWW.KAPALDOMINO.NET | Link Alterntif |  WWW.MAINBOS.COM | WWW.KARTUAPI.COM

Senin, 21 Mei 2018

Mei 21, 2018

Penyesalan Dosen USU jadi Tersangka karena Tulis Status Bom Surabaya Settingan : Saya Bodoh Sekali



Gara-gara memasang status di Facebook bahwa teror bom Surabaya merupakan skenario, Himma Dewiyana Lubis alias Himma (46) warga Jalan Melinjo II Komplek Johor Permai, Medan Johor, Kota Medan, ditangkap polisi Sabtu (19/5/2018).

Dosen Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) ini menjalani pemeriksaan sampai akhirnya ditetapkan menjadi tersangka.

Himma mengaku menyesal atas perbuatannya.

"Saya sangat menyesali sekali, saya tidak tau itu hoaks. Saya sebenarnya bodoh sekali, saya pesan kepada masyarakat, jangan asal membagikan status orang lain. Ini sudah saya rasakan akibatnya" kata himma, dengan suara parau, Minggu (20/5/2018)

Dia mengaku tidak ada maksud apa-apa memasanag status disebut bukan miliknya itu.

Begitu membaca tulisan yang menyebutkan, 3 bom gereja di Surabaya hanyalah pengalihan isu " Skenario pengalihan yang sempurna#2017GantiPresiden", Himma langsung menyebarkannya.

Himma mengaku lupa dari akun siapa dia mengambil tulisan itu.

"Ah, masa sih mungki seperti itu? Makanya saya bagikan, tidak ada dasar apa, Spontanitas saja. Tapi, ternyata ini yang membuat saya jadi tersangka,"kata dia.

Saat itu, Himma sempat pingsan.

Seorang perwira polisi, Kompol Elly Iswana Torech yang mendampingi lantas menangkap tubuh Himma.

Dibantu beberapa petugas lain, pelaku dipaaph lalu didudukan ke kursi.

Tak lama dia kembali siuman.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pelaku ditahan Direktorat Krismus Subdit Cyber Crime Polda Sumut akibat perbuatannya menyebarkan ujaran kebencian pasca tragedi bom bunuh diri di tiga gereja, yang terjadi minggu (13/5/2018) lalu.

Setelah mengetahui postingannya viral, pelaku langsung menutup akun Facebook-nya.

Namun, postingan itu sudah terlanjut di screenshoot netizen dan dibagikan ke media daring.

"Bisa dibayangkan bagaimana terpukulnya perasaan keluarga korban saat ini masih berduka? Pelaku kita kenakan pasal 28 Ayat 2 UU ITE, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara, walau apa yang dilakukannya sebagai bentuk luapan emosi, "kata Tatan.

Hasil pemeriksaan, lanjut Tatan, pelaku mengaku kecewa dengan pemerintahan saat ini yang menurut pelaku tidak sesuai janji saat kampanye dulu.

Pelaku kemudian menulis status tersebut pada 12 dan 13 Mei 2018, dirumahnya.

Karena menimbulkan keresahan di masyarakat, personel Cyber Crimer Polda Sumut melaporkan akun pelaku untuk dilakukan penyidikan.

Polisi lalu memeriksa saksi-saksi yang salah satunya anak pelaku dan menyita barang bukti ponsel pelaku.

"Kita sedang diserang kelompok teroris, kok media sosial malah bertebaran postingan-postingan berita bohong yang mengundang ujaran kebencian, yang para pelakunya mengenyam bangku sekolah, ucap Tatan.

Tatan mengimbau masyarakat belajar dari kasus pelaku.

Jangan sembarangan menyebarkan abar dan berita yang belum pasti benar atau tidak bisa mempertanggungjawabkannya.

Dia mengatakan, setiap postingan di media sosial memiliki pertanggungjawaban hukum sesuai undang-undang informasi dan Transaksi Elektronik atau undang-undang ITE Nomor 11 tahun 2008.

"Ayolah berlomba-lomba membuat suasana damai, apalagi di media sosiaL. Jadi, masyarakat yang bijak dan cakaplah, malu untuk menjadi pelaku penyebar kabar bohong. Apalagi, isinya malah menambah kisruh suasana ,"tegas dia.



Jumat, 18 Mei 2018

Mei 18, 2018

Nasib 13 Jenazah Pelaku Bom di Surabaya, Warga tak Berkenan Soal Makam




Belum ada satu pun keluarga terduga teroris yang datang untuk menjenguk juga menjemput jenazah pelaku bom bunuh diri sejak peristiwa ledakan bom di Tiga Gereja, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018,hingga ledakan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). Bandar poker online

Padahal, polisi membutuhkan keterangan dan petunjuk dari pihak keluarga untuk menyempurnakan proses identifikasi.

"Kami butuh data pembanding sekunder dari pihak keluarga," Kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.

Samapi Jumat(18/5/2018) sore, ke 13 jenazah pelaku bom masih berada di RS Bhayangkara Mapolda Jatim.

Barung mengatakan, polisi berharap, ada keluarga yang datang.

Jika dalam waktu beberapa hari kedepan keluarga jenazah tetap tidak ada yang datang, lanjut Barung maka polisi akan menguburkan jenazah-jenazah tersebut ke pemakaman umum.

Namun, penolakan dilakukan oleh warga sekitar pemakaman umum.

Di taman Pemakaman Umum Putat Gedhe Surabaya, Kamis (17/5/2018), misalnya, warga menghentikan penggalian sejumlah lubang pemakaman.

Warga menduga, makam yang digali itu akan digunakan untuk jenazah pelaku bom bunuh diri Gereja Surabaya, Minggu.

kecurigaan warga ini muncul setelah melihat sejumlah polisi dan anggota Kodim beberapa kali datang ke lokasi.

"Kemarin sore kami tutup lagi makamnya. Warga tidak berkenan ada makam pelaku bom disini," kata Hariono, warga Jalan Putat Jaya, Jumat.

Selain tidak ingin di tempati jenazah teroris, warga juga mengaku tidak terima karena warga sekitar kompleks makam juga menjadi salah satu korban meninggal akibat ledakan bom bunuh diri gereja.\

TPU Putat Gedhe yang berlokasi di kelurahan Putat Gedhe, Kecamatan Sawahan, Surabaya, memang kerap digunakan jenazah yang tidak beridentitas.

Puluhan korban kapal tenggelam yang ditumpangi imigran gelap asal Timur Tengah pernah di makamkan di komplek makam tersebut pada tahun 2012, misalnya.

Warga Camat Sawahan Yunus mengaku sudah mendegar kabar penolakan warga tersebut.

"Maklum, warga emosi. jika dipaksakan, saya kwatir warga akan akan bertindak nekad. semua harus maklum dan bisa membaca situasi "kata Yunus




Kamis, 17 Mei 2018

Mei 17, 2018

Tuntut Hukuman Mati untuk Gembong Teroris Aman Abdurrahman



Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mati gembong teroris Aman Abdurrahman. Aman didakwa terlibat dalam serangkaian teror dan menggerakan pengikutnya untuk melakukan pembunuhan melalui terorisme.

Dalam pembacaan tuntutan, Jaksa Anita Dewiyani menyatakan beberapa hal yang memberatkan Aman Abdurrahman dalam persidangan.

"Terdakwa merupakan residivis dalam kasus terorisme yang membahayakan kehidupan kemanusiaan.Terdakwa adalah penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah, organisasi yang jelas-jelas menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dianggapnya kafir dan harus diperangi," kata jaksa dalam pembacaan tuntutan di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Aman juga, dalam dakwaan tersebut, menggerakan pengikutnya untuk berjihad dan melakukan teror melalui dalil-dalilnya sehingga menimbulkan banyak korban.

"Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat," kata Jaksa Anita.

Jaksa juga menyinggung soal seorang anak yang menjadi korban teror bom di Gereja Samarinda. Anak korban teror itu mengalami luka 90 persen.

"Perbuatan terdakwa telah menghilangkan masa depan seorang anak yang meninggal di tempat kejadian dalam kondisi cukup mengenaskan dengan luka bakar lebih 90 persen, serta lima anak mengalami luka berat yang dalam kondisi luka bakar dan sulit dipulihkan kembali seperti semula," kata jaksa.

Aman juga menyebarkan pemahamannya tentang syirik demokrasi.

"Sedangkan hal yang meringankan, menurut kami tidak ditemukan hal-hal yang meringankan dalam perbuatan terdakwa," kata Jaksa Anita.

Jaksa menuntut dengan hukuman mati kepada terdakwa Aman Abdurrachman karena dinilai terbukti bersalah melanggar pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Selain itu terbukti melanggar Pasal 14 jo 7

"Menuntut majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa hukuman mati," kata Anita.





Senin, 14 Mei 2018

Mei 14, 2018

Inilah Wajah Para Pelaku Bom Bunuh Diri di 3 Gereja Surabaya


Aksi teror peledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, pelakunya terbukti satu keluarga. Seorang suami ,istri, dan empat anak. Tiga di antaranya masih di bawah umur.

Seperti di tayangkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian secara resmi mengungkapkan pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Mereka warga Wonorejo, Rungkut, Surabaya.

Kepala keluarga adalah Dita Supriyanto. Kapolri menjelaskan peran Dita dan keluarga saat melakukan aksi pengeboman.

"Pelaku ini diduga adalah satu keluarga yang melakukan serangan di Gereja Pantekosta Surabaya,"ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dita menyerang Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di jalan Arjuno. Dia menaiki minibus dan menabraknya ke gereja hingga terjadi ledakan.

Sebelumnya, Dita sempat menurunkan anak istrinya di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di jalan Diponegoro. Kemudian istrinya Puji Kuswati dan dua anaknya meledakkan bom di depan gereja. Bom diletakkan di pinggang Puji dan di paha anaknya.

Sedangkan di gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, bom bunuh diri diledakkan dua anak laki-laki Dita. Keduanya membawa bom dengan cara dipangku. Mereka memaksa masuk ke gereja dengan sepeda motor.

Rumah keluarga Dita di Jalan Wonorejo Asri Blok K-22, semalam di grebek polisi. Ditemukan empat bom yang diduga bagian dari bom yang diledakkan di tiga gereja, pada Minggu, 13 Mei. Tim Gegana langsung mengurai bom untuk mencegah ledakan.




Kamis, 10 Mei 2018

Mei 10, 2018

Pemicu Terjadinya Kerusuhan di Mako Brimob




Kerusuhan narapidana terorisme terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa 8 Mei 2018. Akibatnya, 6 orang meninggal dunia.
Dari keseluruhan korban, 5 di antaranya merupakan petugas kepolisian. Sementara 1 korban lain adalah narapidana kasus terorisme.

"Satu dari mereka (narapidana terorisme) terpaksa kami lakukan upaya kepolisian karena melawan, mengambil senjata petugas," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal, Rabu 9 Mei 2018.
Rutan Mako Brimob memang dihuni sejumlah narapidana teroris. Namun, beberapa terpidana kasus non-terorisme juga ada yang ditahan di rutan tersebut.
Selengkapnya dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, kerusuhan dipicu masalah makanan.
"Saat selesai salat magrib, ada napi yang menanyakan titipan makanan napi dari keluarga," tutur Argo.
Saat itu, petugas yang ditanyakan menyatakan bahwa titipan tersebut dipegang oleh anggota yang lain. Jawaban itu memicu emosi narapidana sehingga menimbulkan kericuhan.

Keributan yang terjadi mengakibatkan beberapa polisi disandera. Senjata mereka pun diduga direbut para tahanan kasus teroris itu. Namun, polisi mengklaim, situasi di Mako Brimob sangat terkendali.
M Iqbal menambahkan, aparat terus berupaya menyelesaikan cara-cara persuasif dengan cara bernegosiasi bersama beberapa tahanan teroris. 
"Goal-nya adalah bisa merumuskan satu solusi. Dan upaya ini di tengah situasi kondusif karena strategi pengamanan. Dari semua penjuru kami yakinkan blok tahanan tersebut sudah kami amankan," kata Iqbal.




Rabu, 09 Mei 2018

Mei 09, 2018

Gadis Dibakar Pacar Hidup-hidup di Medan, Sempat Berlarian Minta Tolong dengan Tubuh Terbakar




Delisa Ayu Latifa, remaja berumur 16 tahun, korban pembakaran oleh kekasihnya, Iwan Kincit, sempat berteriak minta tolong keluar rumah dengan kondisi tubuh dilalap api, sekitar pukul 22.00 WIB, Senin (7/5/2018) kemarin.

 Pada saat kejadian, Dellisa sedang menumpang tidur dirumah sahabatnya yang bernama Mulia Anggraini (16) di jalan Rumah Potong Hewan, Jalan Mangaan I, Lingkungan XI, Gang Suka Maju, Medan Labuhan.

Sedangkan, rumah orangtuanya di Jalan Mangaan V, Lorong Benteng, Kelurahan Mabar.

Menurut pengakuan para sahabat, Delisa memang sengahja menginap di rumah Mulia karena sedang ada masalah dengan hubungan keduanya.

"Si Kincit ini selingkuh sama cewek lain. Karena kawan kami ini (Delisa) merasa sakit hati, dia jalan sama cowok lain. Rupanya, si cowok ini gak terima,"kata Nilam Sari saat melihat kondisi Delisa di Rumah Sakit Pringadi, Medan, Selasa (8/5/2018).

Mengetahui Delisa bersama laki-laki lain, Iwan Kuncit berusaha mengajak ketemu lewat telepon, namun Delisa menolak.

"Kawan kami ini ngotot gak mau. Kemudian, pelaku ngirim tangan kanannya yang bernama Putra Tomblek datang ke rumah Mulia. Dia maksa dan narik-narik tangan Delisa tetap gak mau jumpai pelaku,"ucapnya.

Usaha mengirim tangan kanannya untuk mengajak bertemu dengan Delisa tak berbuah hasil. Akhirnya, Iwan Kincit mendatangi rumah Mulia, tempat delisa berada.

Ternyata, Iwan Kincit sudah menyediakan bensin dengan niat ingin membakar kekasihnya.

"Si Kincit bilang, yang kau kiranya aku gak berani samamu. Terus, dia langsung nyiramkan bensin dan membakar Delisa."kata Nilam.

Seketika, api menjulur di tubuh Delisa. Ia berusaha meminta bantuan kepada masyarakat dengan keluar rumah. " Kasihan saya lihat maalm itu. Saya kaget begitu mau ke rumah Mulia, tubuh Delisa sudah terbakat.
Dia masih bisa lari dan menjerit-jerit minta tolong dengan keluar rumah," ujar Nilam.



"Sudah ada tiga rumah yang dilewatinya. Mungkin dia mau ngejar pelakunya. Soalnya pelaku lari ke daerah belakang." ucapnya lagi.






Kamis, 19 April 2018

April 19, 2018

Mengaku Istri Disandera saat Hamil 3 Bulan, Ternyata Jadi Jaminan Suami Sendiri



Seorang wanita disandera selama satu bulan karena suami tak mampu membayar hutang.

Istri Iwan (34), Lisda warga Kampung Bantaeng, Kabupaten Jeneponto disandera oleh Dg Gassing selama satu bulan di rumahnya.

Hal ini berawal ketika Iwan bekerja menjadi sopir di tempat Dg Gassing dan mengalami kecelakaan pada 20 Maret 2018 lalu.

Mobil milik Dg Gasing mengalami kerusakan parah.

Biaya perbaikan mobil yang harus ditanggung oleh Iwan sebesar Rp 16 juta, namun ia tak mampu membayarnya.

Lantaran tak sanggup membayar, istri Iwan dijemput dari Bantaeng dan diamankan di rumah Dg Gassing sebagai jaminan.

Setelah sebulan istrinya disandera, akhirnya Iwan melaporkan hal tersebut ke Polsek Batang.

Kepada polisi Iwan mengaku kebingungan dan Khawatir karena istrinya sedang hamil tiga bulan dan sering mengeluh sakit.

Lebih parahnya lagi, ia mengaku mantan majikannya enggan mengijinkan Iwan untuk membawa istrinya berobat ke dokter.

Wakapolsek Batang, IPDA Baharudin setelah mendapatkan laporan dari Iwan akhirnya mendatangi rumah Dg Gassing mengaku di Desa Tarowang.

Saat dimintai keterangan Dg Gassing mengaku tidak menyandera Lisda.

"Dia yang titip istrinya di rumah karena Iwan bilang mau ke Malaysia kerja dan nanti kembali kalau sudah ada uangnya. Bukan disandera karena dia sendiri yang bawa istrinya ke rumah," kata Gassing di Polsek Batang Kabupaten Jeneponto, Rabu ( 18/4/2018).

Dg Gassing mengatakan jika Iwan mengaku akan ke Bone menjual tanahnya untuk membayar perbaikan mobil.

"Kemarin itu dia datang kerumah mau bawa istrinya tapi saya bilang jangan dulu karena istrimu lagi sakit, "Jelas Dg Gassing di Mapolres Jeneponto

Sementara Istri Iwan, Lisda mengatakan selama satu bulan dirumah Dg Gassing ia hanya tidur dan makan dan tidak mendapatkan perlakuan buruk apapun.

Saat ini Polsek Batang masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para pelapor dan saksi.

"Setelah menerima laporan, kami langsung jemput istri pelapor dan terlapor Dg Gassing, saat ini sementara dalam pemeriksaan Polsek Batang,"
ucap Ipda Baharuddin.Bandar Poker Online Kapaldomino


Selasa, 27 Maret 2018

Maret 27, 2018

Selamat Jalan Bayi Calista




Sejak beberapa terakhir, bayi Calista ramai diperbincangkan publik. Ia adalah seroang bayi malang yang harus mengalami koma, tubuhnya terluka di sana sini dan akhirnya meninggal dunia di usia yang masih sangat belia yakni 15 bulan. Agen Poker Online

Bayi Calista mengalami koma dan banyak lukadi tubuhnya akibat dianiyaya oleh ibu kandungnya sendiri. Mirisnya lagi, penganiayaan ini sudah terjadi dalam waktu yang cukup lama selepas ibunya, Shinta (27) bercerai dengan suaminya.

Pada awalnya, Shinta tak mengaku bahwa ia telah menganiaya bayinya sendiri. Ibu muda ini mengaku bahwa sang pacarlah yang menganiaya putrinya tersebut. Wanita ini juga mengaku bahwa iya sudah tinggal satu atap dengan pacarnya. Namun, pengakuan ini rupanya tidak sesuai dengan penyelidikan  yang dilakukan pihak kepolisian.

Tim penyelidik memastikan bahwa Shinta lah yang menjadi pelaku penganiayaan. Ia pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas apa yang terjadi pada buah hatinya.




Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, bayi Calista sempat dirawat di Rumah sSakit Umum Daerah Karawang. Selama dirawat, kondisinya terus menurun. Tim dokter yang merawatnya mengungkapkan bahwa bayi malang tersebut mengalami encephalitis atau peradangan otak hingga infeksi. Diduga, peradangan tersebut terjadi karena benturan yang keras.

Shinta mengaku bahwa ia telah membenturkan kepala putrinya ke rak piring hingga mengenai tembok sebelumnya.

Apa yang terjadi dengan bayi Calista sangat menyedihkan. Selamat Jalan bayi mungil Calista.
Mengenai kisah seperti ini, kita semua tentu berharap bahwa kisah ini tak pernah terjadi lagi. Bagi kita semua, semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang sabar dan tak akan pernah tega menyakiti orang lain di sekitar kita terlebih lagi buah hati kita sendiri. Bandar Poker


Yuk Daftar dan Bermain di KAPALDOMINO Dapatkan Hadiah Dan Bonus Menariknya sekarang juga :)

Senin, 26 Maret 2018

Maret 26, 2018

Eks striker Timnas Indonesia dituduh merampok dan coba perkosa kenalannya






Striker Timnas pada SEA Games Laos 2009 ini diringkus di tempatnya melatih sepak 
bola di lapangan BSD Pantai Rambung, Mariendal, Deli Serdang, Jumat (23/3). Penangkapan itu dilakukan setelah petugas menyelidiki laporan ABS (26), warga Sidikalang, Dairi, yang kini berdomilisi di Kota Medan.


ABS ditemukan warga tak sadarkan diri di Jalan Seksama, Medan, Sabtu (17/3) sekitar pukul 15.00 Wib. Dia kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan medis. Perempuan itu mengaku dirampok, dianiaya dan nyaris diperkosa pria yang baru dikenalnya. Polisi pun melakukan penyelidikan.
"Kita mengecek CCTV di lokasi. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, mereka mengaku melihat mobil Toyota Avanza yang membuang korban dalam keadaan pingsan keluar dari mobil," ujar AKBP Putu Yuda Prawira, Kasat Reserse Kriminal Polrestabes Medan, Senin (26/3).
Senin (19/3), polisi yang melakukan penyelidikan mendapat petunjuk bahwa pelaku perampokan, penganiayaan dan percobaan perkosaan itu adalah AYL, warga Jalan Sisingamangaraja, Harjosari II, Medan. Petugas menemukan bukti hasil chat atau percakapan antara AYL dengan korban.
"Pada Jumat (23/3) sore, anggota mengecek ke lapangan BSD, dan melihat pelaku sedang melatih sepakbola dan sekaligus mengamankannya. Selanjutnya dilakukan pengembangan ke rumah orangtua pelaku untuk mencari barang bukti lainnya," jelas Putu.
Petugas menemukan mobil Avanza BK 1234 IS di rumah AYL. Kendaraan itu digunakan saat kejadian. Di dalamnya didapati sepasang sepatu milik korban dan dua pakaian wanita yang belum diketahui pemiliknya.
"Berdasarkan hasil interogasi, pelaku tak mengakui tuduhan yang dialamatkan ke dirinya. Namun dia mengakui telah mengancam korban akan membawanya ke kantor polisi apabila korban tak mau bersetubuh," jelas Putu.
Dia menambahkan, AYL bukan baru kali ini berurusan dengan hukum. Pada 2013-2014, dia pelaku pernah ditangkap Polda Sumut dalam kasus kepemilikan 3 butir pil ekstasi, kemudian di pengadilan dijatuhi hukuman 9 bulan penjara.
Lalu, pada 2016, AYL juga disebutkan terlibat kasus pencabulan di Jalan STM. Namun korban tak membuat laporan ke polisi.
Pada 2017, AYL terlibat kasus pencurian dan diamankan di Polsek Medan Baru. "Saat itu tersangka berdamai dengan korban," jelas Putu.
Terkait kejadian ini, tidak tertutup kemungkinan ada korban lain dari perbuatan AYL. "Kalau ada yang pernah menjadi korban kejahatan yang dilakukan pelaku, supaya melapor ke Polrestabes Medan," imbau Putu.
Daftar main Poker dan Domino online di KAPALDOMINO | Bonus Depo Pertama 10rb | Next Depo 2 % |Link Utama| WWW.KAPALDOMINO.NET | Link Alterntif |  WWW.MAINBOS.COM | WWW.KARTUAPI.COM

Kamis, 22 Maret 2018

Maret 22, 2018

Cinta Ditolak , Air Keras Bertindak



Cinta merupakan perkara yang tidak akan bisa dipaksa begitu saja. Ada orang-orang yang patut bahagia karena cintanya diterima dengan baik oleh sang pujaan hati. Dan tak sedikit pula yang harus lebih lapang dada dan ikhlas ketika cintanya ditolak atau tidak terbalas. Meski cintamu ditolak, pastikan untuk tidak pernah dendam apalagi nekat melukai orang yang menolak cintamu seperti apa yang dilakukan sorang gadis remaja di Bangladesh berikut ini. Agen Domino Online

Karena cintanya ditolak, gadis remaja yang diketahui bernama Bhabna Aktar Riya nekat menyiram air keras kepada pria yang menolaknya. Pria tersebut adalah seorang remaja bernama Mahmudi Hasan Ma'aruf (17). Dengan apa yang menimpanya, Ma'ruf kini harus rela terbaring di rumah sakit karena mengalami luka bakar serius di wajah dan bahunya.



Laporan media lokal Bangladesh menyebutkan bahwa Riya bersama ibunya ditangkap pihak kepoloisian setempat atas dugaan penyerangan air keras terhadap Ma'ruf. Penyerangan itu sendiri terjadi ketika remaja pria itu dan temannya melewati rumah Riya beberapa malam lalu saat perjalanan pulang dari suatu tempat.

Riya yang mengetahui Ma'aruf melewati depan rumahnya kemudian memintanya berhenti dan minta tolong untuk membantunya memperbaiki listrik yang rusak di rumahnya. Ma'ruf bersedia membantu tapi itu akan dilakukannya esok hari pada siang hari. Namun tiba-tiba gadis remaja itu melempar sesuatu ke wajah Ma'ruf yang ternyata air keras dan membuat wajahnya melepuh seketika.

Ma'ruf yang merasa kesakitan lalu berteriak dan meminta tolong warga. Warga pun dengan cepat menolongnya lalu membawanya ke Rumah Sakit Umum Jamalpur yang kemudian dirujuk ke Dhala Medical College Hospital keesokan harinya. Wajah Ma'ruf mengalami luka bakar serius dan rudak berat. Selama perawatan, ia juga terlihat begitu tertekan dengan kondisinya.

Sementara itu, atas apa yang menimpa buah hatinya, ayah Ma'ruf melaporkan Riya ke pihak kepolisian setempat. Polisi pun mengeledah rumah Riya dan menmukan beberapa barang bukti yang memperkuat alasan polisi menangkap Riya maupun ibunya.

Dari laporan Polisi yang ada, penyerangan ini diduga terjadi karena Riya kecewa atas penolakan yang dilakukan Ma'ruf terhadapnya. Ma'ruf dan Riya memang berbeda sekolah, tapi Riya selalu mengejar-ngejar Ma'ruf selama beberapa bulan terakhir. Gadis itu bahkan sempat menyatakan cintanya yang akhirnya ditolak oleh Ma'ruf.
Serangan air keras sendiri terjadi beberapa hari setelah penolakan cinta tersebut.Bandar Poker


Daftar main Poker dan Domino online di KAPALDOMINO | Bonus Depo Pertama 10rb | Next Depo 2 % |Link Utama| WWW.KAPALDOMINO.NET | Link Alterntif |  WWW.MAINBOS.COM | WWW.KARTUAPI.COM


Minggu, 18 Maret 2018

Maret 18, 2018

Guru di Cilacap mengaku cabuli puluhan siswi karena istri korengan



Nasro S.Pd (58) setahun lagi semestinya pensiun sebagai PNS guru Sekolah Dasar di Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Tetapi, bukannya menikmati hari tua dengan nyaman, bapak dari 3 putri 1 putra ini justru bakal mendekam di bui setidaknya selama 15 tahun.

Nasro dilaporkan telah melakukan tindak pencabulan pada siswinya tempat ia mengajar. Diketahui kemudian, ia telah melakukan pencabulan pada 35 siswi kelas I dan II sejak tahun 2006.
 "Saya khilaf," kata Nasro di depan Mapolres Cilacap, Senin (12/1).

 Ia mengungkapkan melakukan pencabulan pada siswinya karena tak bisa berhubungan badan dengan istrinya. Pengakuan Nasro, alat vital istrinya mengalami koreng. Istrinya selalu mengeluh kesakitan setiap berhubungan badan.

 "Sejak 2006 saya lampiaskan ke murid," ujarnya. Modus yang dilakukan Nasro, menyuruh muridnya untuk menghadap usai menyelesaikan tugas sekolah. Di dalam kelas, ia lalu berpura-pura mengoreksi tugas, lantas meraba-raba siswinya. Bahkan sebagian korban ada yang disuruh memegang kemaluannya.  "Saya janjikan uang Rp 2000 dan nilai bagus.

Saya merasa hasrat terlampiaskan," ujarnya. Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto mengatakan kasus ini mulai terkuak ketika salah satu orang tua melihat kejanggalan pada putrinya. Siswi itu lalu mengaku mendapat perlakuan tak lazim dari guru.

 Setelah diselidiki lebih dalam, terkuak hal mengagetkan. Pelaku telah mencabuli puluhan miridnya lebih dari 11 tahun. "Dimungkinkan korban masih bertambah," ujar Djoko.


Daftar main Poker dan Domino online di KAPALDOMINO | Bonus Depo Pertama 10rb | Next Depo 2 % |Link Utama| WWW.KAPALDOMINO.NET | Link Alterntif |  WWW.MAINBOS.COM | WWW.KARTUAPI.COM

Jumat, 09 Maret 2018

Maret 09, 2018

Dibutakan Oleh Nafsu, Ayah Kandung Perkosa Putrinya sendiri saat Istri Mendekam di Penjara Terkait Kasus Narkoba



Ayah seharusnya menjadi orang yang paling terdepan dalam melindungi anaknya.
Sebagai kepala rumah tangga siap berkorban untuk bisa melindungi buah hatinya meski nyawa sendiri harus melayang.

Tapi beda halnya dengan Ayah yang satu ini. Seorang Ayah ini ibarat "Pagar Makan Tanaman".
Bayangkan saja, bukannya melindungi buah hatinya yang berusia 15 Tahun dari gangguan lain.
Sang ayah malah tega menodai anak kandungnya sendiri.

Perbuatan asusila itu berlangsung lebih kurang enam bulan.
Entah bagaimana perasaan anaknya yang kehilangan kasih sayang setelah ibunya mendekam di penjara akibat kasus narkoba.

Harapan kasih sayang dari sang ayah justru sebaliknya yang tega menghancurkan masa depannya.

Akhirnya MZ (43), warga salah satu gampong di Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, harus mendekam di tahanan Polsek Krueng Raya, Aceh Besar.

Karena perbuatan jahatnya memperkosa anak kandungnya, dilaporkan ke polisi, pada sabtu, 10 Februari 2018 lalu.

Ayah durjana yang tega melampiaskan "nafsu syaitannya" kepada anak kandungnya itu, sebut saja namanya Bunga (15).

Kejadian itu berlangsung cukup lama, yakni kurang lebih enam bulan, sejak pertengahan tahun sampai Desember 2017 lalu.

Peristiwa memilukan itu disampaikan Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto SH, melalui Kapolsek Krueng Raya, AKP Agus Salim SSos, Dalam konferensi Pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (8/3/2018) siang.

Menurutnya korban yang masih tergolong anak dibawah umur itu,mengalami trauma psikis cukup berat.

Pasalnya tersangka pemerkosaan itu bukan orang lain. Melainkan ayah kandungnya sendiri yang seharusnya menjadi tempat berlindung bagi sang anak.

"Ini justru sang ayah begitu tega melakukan perbuatan asusila itu terhadap putri kandungnya," Kata Agus Salim.

Bayangkan saja, mulai pertengahan tahun 2017 sampai bulan Desember di tahun yang sama.

Perbuatan bejat sang ayah itu dilakukan mulus oleh tersangka terhadap anaknya kandungnya.

"Karena korban sudah tak tahan, akhirnya kasus itu baru berani diungkap Bunga kepada ketua pemuda kampungnya, pada 10 Februari 2018, " kata Agus Salim.

Sontak, MJ, ketua pemuda kampung korban yang mendengar penuturan polos Bunga, atas apa yang di alami dan dilakukan oleh ayah kandungnya langsung bereaksi.

Ketua pemuda itu langsung melaporkan tersangka MZ ke polisi dengan membawa serta korban ke Polsek Krueng Raya.

Pada hari itu juga, setelah laporan kami terima, sekitar pukul 18.30 WIB tersangka langsung kami ringkus di rumahnya, setelah MZ pulang dari kerja.

Kronologisnya, pada pertengahan  tahun 2017 itu, tersangka pulang kerja setelah berjualan pop es keliling.
Kira-kira pukul 19.00 WIB, korban Bunga dan adik-adiknya meminta uang jajan kepada sang ayah untuk pergi mengaji.

"Lalu,sekitar pukul 20.00 WIB, Bunga dan adik-adiknya pulang dari mengaji," cerita Agus Salim.

Setelah makan, korban dan adik-adiknya langsung masuk ke kamar dan tidur, sementara tersangka duduk di dalam rumahnya.

Entah, syaitan apa yang terlintas di pikiran MZ, Ayah durjana itu, tiba-tiba sekitar pukul 02.00,dini hari tersangka masuk ke kamar anak kandungnya itu.

Korban berusaha meronta-ronta dan berusaha menyadarkan sang Ayah untuk tidak melakukan perbuatan itu.

"Tapi, tersangka terus melakukan perbuatan bejatnya, sehinga malam itu lah awal penderitaan korban," ungkap AKP Agus Salim.

Perbuatan sang ayah ternyata tidak terhenti sampai malam itu, malam-malam berikutnya tersangka MZ melakukan hal yang sama terhadap anaknya.

Menurut pengakuan korban, dalam satu minggu itu dia sampai tiga kali disetubuhi sang ayah.
Karena, Bunga sudah tidak tahan dan sulit menerima perlakuan ayah kandungnya.

"Pada Sabtu, 10 Februari 2018, melaporkan hal itu kepada MJ, ketua pemuda setempat,"sebut kapolsek Krueng Raya ini.

AKP Agus Salim menjelaskan, selama ini tersangka MZ tinggal bersama Bunga dan anak-anak nya yang lain.

Sementara istrinya, telah lama mendekam di sebuah lembaga permasyarakatan di Aceh, karena tindakannya terlibat kasus sabu-sabu.

Tersangka di jerat Pasal 16D jo 81 ayat 3, UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 35 Tahun 2014 dan Perpu Nomor 1 Tahun  2016.

"Ancaman maksimal 15 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar," demikian Agus Salim.


Link Utama KapalDomino : www.kapaldomino.net | Link Alternatif : www.mainbos.com | www.kartuapi.com |