Aktivitas Kapal Domino

Kamis, 01 Maret 2018

Terbongkar Hoax Penyerangan di Garut, Marbot Uyu :" Rekayasa itu dari otak kotor saya"




Marbot Uyu merekayasa penyerangan terhadap dirinya. Itulah yang dilakukan Uyu Ruhiyana (56 ), seorang pengurus sebuah tumah ibadah di akwasan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ia mengaku diserang dan disekap oleh sekelompok pria bersenjata tajam.
Saat di temukan pada Rabu (28/2) dini hari, Uyu dalam kondisi terikat kaki dan tangannya, sedangkan mulutnya tertutup kain.

Tak pelak peristiwa palsu itu kemudian menyebar kemana-mana sehingga meresahkan masyarakat, apalagi di media sosial dibumbui isu mengenai kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Saya merekayasa peristiwa itu. Anak saya bercita-cita punya mesin babad (rumput) tapi saya tidak punya uang untuk beli.
Saya cuma dibayar tiap bulan Rp 125.000 untuk bersih-bersih.
Sampai akhirnya saya berpikiran kotor,"ujar Uyu di polda Jabar,Bandar, Kamis (1/3/2018).

Pengakuan mengejutkan itu disampaikan di depan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar dan pimpinan Dewan Mesjid Indonesia.

Semua itu berawal ketika Uyu sulit tidur seusai Isya, Selasa (27/2) lalu.
saat itu kawasan pantai selatan Garut sedang turun hujan dan suasana sepi.
Uyu gundah memikirkan anaknya sehingga tak bisa memejamkan mata hingga pukul 02.00 WIB.

Ia memikirkan cara mencari uang untuk membeli mesin pemotong rumput.
Hingga akhirnya, sekira pukul 04.00, sebelum azan subuh berkumandang, ia tergerak melakukan rekayasa.

"Pada pukul 04.00 saya merekayasa kejadian itu, seolah-olah ada yang menganiaya, padahal itu rekayasa saya sendiri,"ujar Uyu.

Iya berharap setelah kejadian itu, ia mendapat belas kasihan dari orang laindan memnerinya uang.

"Terjerat masalah ekonomi untuk kekurangan kebutuhan keluarga. Berharap ada yang pinjami saya uang dan ada yang memberi. Saya belum dapat uang sepeser pun," kata Uyu/

Uyu mengaku ide tersebut berasal dari dirinya sendiri, tidak ada yang menyuruh atau mengajari.

"Semuanya ide saya sendiri. Berasal dari otak kotor saya. Saya Khilaf. Saya salah melakukan pelanggaran yang dilarang pemerintah agama," ujar Uyu.

Saat ditanya dari mana ia mendapatkan ide seolah-olah dianiaya oleh orang tak dikenal, di tengah maraknya berita palsu soal penyerangan terhadap tokokh agama, Uyu mengaku tidak pernah mengikuti pemberitaan dan media sosial.

"Saya tidak punya televisi. Hanya tahu obrolan-obrolan orang saja, ujar Uyu.
Sehari-hari ia tinggal di tempat ibadah, bertugas menjaga kebersihan sejak lima tahun terakhir.

Dalam kesempatan itu Uyu mempraktikkan bagaimana ia melakukan rekayasa. Pertama Uyu mengunting bagian atas pecinya menggunakan gunting rumput.

Kemudian ia juga menggunting baju putihnya sehingga seolah-olah terkena sabetan pedang.

Selain menjatuhkan kursi, ia juga mampu mengikat kaki dan tangannya sendiri menggunakan kain mukena. Mulutnya di bekap mengunakan kain.

"Banyak orang tidak percaya, mana mungkin bisa mengikat diri sendiri. Padahal bisa, ini saya praktikkan," kata Uyu.

Kebohongan Uyu terbongkar ketika polisi melihat ada kejanggalan, yaitu tidak ada luka sama sekali dan tidak ada saksi yang mendengar ada keributan di tempat ibadah itu.

Tak pelak Uyu dijaring sebagai tersangka, tuduhannya memberikan laporan palsu, sebagaimana di atur dalam pasal 242 ayat 1 dan 3 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

"Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara,"ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Ketua Mui kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Hasan Basyari, mengaku masih tidak percaya pada pengakuan Uyu Ruhyana kepada polisi.

Menurut Hasan mengatakan, Uyu tidak mungkin melakukan perbuatan tersebut hanya untuk menarik perhatian masyarakat akibat masalah ekonomi.

"Tidak mungkin Mang Uyu melakukan rekayasa yang beresiko besar tersebut,"kata Hasan.

Menurutnya, kalau benar terbelit permasalahan ekonomi,mengapa tidak meminta secara baik-baik kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Pameungpeuk.

"Padahal datang saja untuk meminta upah yang lebih tinggi,.
katanya kepada hasan saat itu, Uyu mengaku dikeroyok oleh lima orang tidak dikenal, sehingga mengakibatkan luka memar di kepala,tangan dan kaki.

Hasan mengatakan,pada saat dilakukan penyerangan, satu di antara lima penyerang tersebut mengatakan Uyu berbohong terkait keberadaan sang kiai ( Hasan Basyari).

"Ada perbedaan pengakuan Mang Uyu kepada kami dan polisi," ujarnya.


Link Utama : www.kapaldomino.com | Link alternatif : www.kapaldomino.net | www.riaqq.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar