Peristiwa itu terjadi Senin siang kemarin, sekira pukul 13.30 Wita. Nurul meski bukan sepasang kekasih, memang akrab dengan Rahmadani dan sering bermain di rumah Rahmadani.
Korban Nurul, kembali mendatangi rumah Rahmadani. Di rumahnya, Rahmadani lantas meminta Nurul untuk berhubungan badan. Keduanya pun melakukan hubungan suami istri.
Cerita tidak selesai samapai disitu. Rahmadani, belakangan meminta uang kepada korban Nurul Rp 500 ribu. Permintaan itu, tidak sepenuhnya disanggupi Nurul.
" Korban ini sanggupnya cuma Rp 150 ribu, dan diberikan ke pelaku ( Rahmadani ), "
kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir Ipda Purwanto.
Kesal hanya di berikan Rp 150 rb, Rahmadani yang kesehariannya tidak memiliki pekerjaan tetap, lantas naik pitam dan terlibat adu mulut dengan korban.
"Terus emosi, pelaku lantas mengambil pisau dapur yang di selipkan di dinding dapur yang terbuat dari papan,lalu ditikamkan ke korban, dan mengenai bahu kiri korban hika luka sobek," ujar Purwanto.
Beruntung, Nurul berhasil kabur keluar rumah, dan dia langsung melapor ke Polsekta Samarinda Ilir Jalan Bhayangkara. Polisi gerak cepat menangkap Rahmadani sore hari di rumahnya, usai dilaporkan oleh korban.
"Kita temukan barang bukti berupa pisau dapur itu. Terhadap korban, juga kita lakukan visum. Pelaku ini sadar (tidak mabuk). Dia hanya kesal minta Rp 500 ribu, cuma dikasih Rp 150 ribu. Tidak sesuai permintaannya, " ungkap Purwanto.
Pelaku mengakui perbuatannya. Dia kini meringkuk di sel Polsekta Samarinda Ilir.
Penydik menjeratnya dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Agen Domino Online




Tidak ada komentar:
Posting Komentar