Aktivitas Kapal Domino

Senin, 21 Mei 2018

Mei 21, 2018

Penyesalan Dosen USU jadi Tersangka karena Tulis Status Bom Surabaya Settingan : Saya Bodoh Sekali



Gara-gara memasang status di Facebook bahwa teror bom Surabaya merupakan skenario, Himma Dewiyana Lubis alias Himma (46) warga Jalan Melinjo II Komplek Johor Permai, Medan Johor, Kota Medan, ditangkap polisi Sabtu (19/5/2018).

Dosen Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) ini menjalani pemeriksaan sampai akhirnya ditetapkan menjadi tersangka.

Himma mengaku menyesal atas perbuatannya.

"Saya sangat menyesali sekali, saya tidak tau itu hoaks. Saya sebenarnya bodoh sekali, saya pesan kepada masyarakat, jangan asal membagikan status orang lain. Ini sudah saya rasakan akibatnya" kata himma, dengan suara parau, Minggu (20/5/2018)

Dia mengaku tidak ada maksud apa-apa memasanag status disebut bukan miliknya itu.

Begitu membaca tulisan yang menyebutkan, 3 bom gereja di Surabaya hanyalah pengalihan isu " Skenario pengalihan yang sempurna#2017GantiPresiden", Himma langsung menyebarkannya.

Himma mengaku lupa dari akun siapa dia mengambil tulisan itu.

"Ah, masa sih mungki seperti itu? Makanya saya bagikan, tidak ada dasar apa, Spontanitas saja. Tapi, ternyata ini yang membuat saya jadi tersangka,"kata dia.

Saat itu, Himma sempat pingsan.

Seorang perwira polisi, Kompol Elly Iswana Torech yang mendampingi lantas menangkap tubuh Himma.

Dibantu beberapa petugas lain, pelaku dipaaph lalu didudukan ke kursi.

Tak lama dia kembali siuman.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pelaku ditahan Direktorat Krismus Subdit Cyber Crime Polda Sumut akibat perbuatannya menyebarkan ujaran kebencian pasca tragedi bom bunuh diri di tiga gereja, yang terjadi minggu (13/5/2018) lalu.

Setelah mengetahui postingannya viral, pelaku langsung menutup akun Facebook-nya.

Namun, postingan itu sudah terlanjut di screenshoot netizen dan dibagikan ke media daring.

"Bisa dibayangkan bagaimana terpukulnya perasaan keluarga korban saat ini masih berduka? Pelaku kita kenakan pasal 28 Ayat 2 UU ITE, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara, walau apa yang dilakukannya sebagai bentuk luapan emosi, "kata Tatan.

Hasil pemeriksaan, lanjut Tatan, pelaku mengaku kecewa dengan pemerintahan saat ini yang menurut pelaku tidak sesuai janji saat kampanye dulu.

Pelaku kemudian menulis status tersebut pada 12 dan 13 Mei 2018, dirumahnya.

Karena menimbulkan keresahan di masyarakat, personel Cyber Crimer Polda Sumut melaporkan akun pelaku untuk dilakukan penyidikan.

Polisi lalu memeriksa saksi-saksi yang salah satunya anak pelaku dan menyita barang bukti ponsel pelaku.

"Kita sedang diserang kelompok teroris, kok media sosial malah bertebaran postingan-postingan berita bohong yang mengundang ujaran kebencian, yang para pelakunya mengenyam bangku sekolah, ucap Tatan.

Tatan mengimbau masyarakat belajar dari kasus pelaku.

Jangan sembarangan menyebarkan abar dan berita yang belum pasti benar atau tidak bisa mempertanggungjawabkannya.

Dia mengatakan, setiap postingan di media sosial memiliki pertanggungjawaban hukum sesuai undang-undang informasi dan Transaksi Elektronik atau undang-undang ITE Nomor 11 tahun 2008.

"Ayolah berlomba-lomba membuat suasana damai, apalagi di media sosiaL. Jadi, masyarakat yang bijak dan cakaplah, malu untuk menjadi pelaku penyebar kabar bohong. Apalagi, isinya malah menambah kisruh suasana ,"tegas dia.



Jumat, 18 Mei 2018

Mei 18, 2018

Nasib 13 Jenazah Pelaku Bom di Surabaya, Warga tak Berkenan Soal Makam




Belum ada satu pun keluarga terduga teroris yang datang untuk menjenguk juga menjemput jenazah pelaku bom bunuh diri sejak peristiwa ledakan bom di Tiga Gereja, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018,hingga ledakan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). Bandar poker online

Padahal, polisi membutuhkan keterangan dan petunjuk dari pihak keluarga untuk menyempurnakan proses identifikasi.

"Kami butuh data pembanding sekunder dari pihak keluarga," Kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.

Samapi Jumat(18/5/2018) sore, ke 13 jenazah pelaku bom masih berada di RS Bhayangkara Mapolda Jatim.

Barung mengatakan, polisi berharap, ada keluarga yang datang.

Jika dalam waktu beberapa hari kedepan keluarga jenazah tetap tidak ada yang datang, lanjut Barung maka polisi akan menguburkan jenazah-jenazah tersebut ke pemakaman umum.

Namun, penolakan dilakukan oleh warga sekitar pemakaman umum.

Di taman Pemakaman Umum Putat Gedhe Surabaya, Kamis (17/5/2018), misalnya, warga menghentikan penggalian sejumlah lubang pemakaman.

Warga menduga, makam yang digali itu akan digunakan untuk jenazah pelaku bom bunuh diri Gereja Surabaya, Minggu.

kecurigaan warga ini muncul setelah melihat sejumlah polisi dan anggota Kodim beberapa kali datang ke lokasi.

"Kemarin sore kami tutup lagi makamnya. Warga tidak berkenan ada makam pelaku bom disini," kata Hariono, warga Jalan Putat Jaya, Jumat.

Selain tidak ingin di tempati jenazah teroris, warga juga mengaku tidak terima karena warga sekitar kompleks makam juga menjadi salah satu korban meninggal akibat ledakan bom bunuh diri gereja.\

TPU Putat Gedhe yang berlokasi di kelurahan Putat Gedhe, Kecamatan Sawahan, Surabaya, memang kerap digunakan jenazah yang tidak beridentitas.

Puluhan korban kapal tenggelam yang ditumpangi imigran gelap asal Timur Tengah pernah di makamkan di komplek makam tersebut pada tahun 2012, misalnya.

Warga Camat Sawahan Yunus mengaku sudah mendegar kabar penolakan warga tersebut.

"Maklum, warga emosi. jika dipaksakan, saya kwatir warga akan akan bertindak nekad. semua harus maklum dan bisa membaca situasi "kata Yunus




Kamis, 17 Mei 2018

Mei 17, 2018

Tuntut Hukuman Mati untuk Gembong Teroris Aman Abdurrahman



Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mati gembong teroris Aman Abdurrahman. Aman didakwa terlibat dalam serangkaian teror dan menggerakan pengikutnya untuk melakukan pembunuhan melalui terorisme.

Dalam pembacaan tuntutan, Jaksa Anita Dewiyani menyatakan beberapa hal yang memberatkan Aman Abdurrahman dalam persidangan.

"Terdakwa merupakan residivis dalam kasus terorisme yang membahayakan kehidupan kemanusiaan.Terdakwa adalah penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah, organisasi yang jelas-jelas menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dianggapnya kafir dan harus diperangi," kata jaksa dalam pembacaan tuntutan di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Aman juga, dalam dakwaan tersebut, menggerakan pengikutnya untuk berjihad dan melakukan teror melalui dalil-dalilnya sehingga menimbulkan banyak korban.

"Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat," kata Jaksa Anita.

Jaksa juga menyinggung soal seorang anak yang menjadi korban teror bom di Gereja Samarinda. Anak korban teror itu mengalami luka 90 persen.

"Perbuatan terdakwa telah menghilangkan masa depan seorang anak yang meninggal di tempat kejadian dalam kondisi cukup mengenaskan dengan luka bakar lebih 90 persen, serta lima anak mengalami luka berat yang dalam kondisi luka bakar dan sulit dipulihkan kembali seperti semula," kata jaksa.

Aman juga menyebarkan pemahamannya tentang syirik demokrasi.

"Sedangkan hal yang meringankan, menurut kami tidak ditemukan hal-hal yang meringankan dalam perbuatan terdakwa," kata Jaksa Anita.

Jaksa menuntut dengan hukuman mati kepada terdakwa Aman Abdurrachman karena dinilai terbukti bersalah melanggar pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Selain itu terbukti melanggar Pasal 14 jo 7

"Menuntut majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa hukuman mati," kata Anita.





Mei 17, 2018

Ada 'Humor Nakal' di Buku Harian Anne Frank, Gadis Korban Kekejaman Nazi



Hasil penelitian terbaru dari dua halaman pada buku harian Anne Frank -- seorang gadis muda Yahudi korban kekejaman Nazi -- menunjukkan bahwa ia juga memiliki selera humor layaknya gadis-gadis puber seumurannya.

Buku harian Anne Frank menjadi begitu terkenal di dunia ketika diterbitkan pasca-kematiannya di akhir era Perang Dunia II.

Dua halaman yang tersembunyi pada buku harian Anne Frank itu, sebelumnya, tertutup oleh lembaran kertas cokelat yang direkatkan. Peneliti menduga hal itu dilakukan untuk menyembunyikan 'sesuatu' dari keluarganya.

Namun, berkat teknologi pencitraan terbaru, dua halaman rahasia itu akhirnya bisa dibaca tanpa harus merusaknya.

Anne Frank diketahui menulis dua halaman rahasia itu pada tanggal 28 September 1942, tidak lama setelah gadis remaja berusia 13 tahun mulai bersembunyi dari kejaran Nazi di wilayah Kerajaan Belanda.  
"Saya akan menggunakan halaman buruk rupa ini untuk menuliskan lelucon 'kotor'," tulis Anne di kedua halaman tersebut, dengan beberapa frase yang dicoret.

Dia menambahkan beberapa baris tentang pendidikan seks, membayangkan dia harus membicarakan hal ini ke orang lain, tanpa harus membuatnya terlihat seperti gadis yang tak baik.

"Anne Frank menulis tentang seksualitas dengan cara seperti melucuti senjata," kata Ronald Leopold dari museum Anne Frank House di Amsterdam.

"Seperti layaknya setiap remaja, dia sangat ingin tahu tentang hal ini (seks)," lanjut Leopold menjelaskan.
Temuan tentang humor berbau seks itu pertama kali disampaikan oleh Frank van Vree, direktur lembaga Niod, yang membantu menguraikan halaman-halaman dari foto-foto baru yang diambil pada 2016 lalu.

"Siapa pun yang membaca tulisan yang sekarang telah ditemukan itu, tidak akan mampu menahan senyum," kata van Vree.

"Humor seperti itu adalah hal klasik yang biasa diperbincangkan oleh para remaja. Hal itu menunjukkan bahwa, terlepas dari bagaimana cerdasnya Anne dalam mengolah kata, ia tetaplah seperti gadis muda pada umumnya, yang penasaran terhadap isu seks," lanjutnya.

Salah satu humor tersebut berbunyi: "Apakah Anda tahu mengapa gadis-gadis Jerman Wehrmacht berada di Belanda? Jawabannya adalah sebagai kasur untuk para prajurit."

Museum Anne Frank mengatakan, temuan itu bukan satu-satunya 'humor nakal' yang ditulis oleh gadis yang menjadi simbol perlawaan Nazi itu. Ada beberapa lainnya terselip secara acak di tengah isi buku hariannya, meski tidak segamblang yang disampaikan di dua lembar rahasia tersebut.


Sementara itu, menimbang keputusan untuk menerbitkan dua halaman yang dirahasiakan tersebut, Museum Anne Frank menyebutnya sah-sah saja karena merupakan bagian dari warisan dunia yang terdaftar di UNESCO, sehingga memiliki kepentingan akademis yang signifikan.

Meski berisi tentang 'humor nakal', namun halaman tersebut tidak akan akan mengubah citra yang melekat pada sosok Anne Frank.

"Selama beberapa dekade, Anne telah tumbuh menjadi simbol Holocaust di seluruh dunia," kata van Vree.

"Secara harafiah, ini menemukan teks yang menjelaskan bagaimana remaja penuh keingintahuan, mencoba jujur terhadap isu seks, dan pandangan terhadap hal itu untuk kehidupan masa depannya," sambungnya.

Ketika Perang Dunia II berkecamuk, Anne Frank bersembunyi di paviliun rahasia milik ayahnya di dekat kota Amsterdam, sejak 5 Juli 1942, yakni sekitar sebulan setelah ia menerima kado buku harian pada ulang tahunnya yang ke-13.

Dia tinggal di sana bersama keluarganya dan beberapa teman, hingga ditemukan oleh pihak Nazi, dua tahun kemudian. Namun, bagaimana mereka ditemukan setelah sekian lama hidup dalam persembunyian, tetap menjadi misteri hingga saat ini.

Anne Frank meninggal karena penyakit di kamp kematian Nazi pada tahun 1945, tahun ketika Perang Dunia II berakhir.

Ayahnya, satu-satunya anggota keluarga yang bertahan hidup, menerbitkan buku harian Anne Frank pada 1947, dan sejak itu menjelma menjadi salah satu kisah nyata paling dikenal di seantero jagat.






Selasa, 15 Mei 2018

Mei 15, 2018

Sempat Dikira Anjing, Hewan Peliharaan Asal China yang Telah Dewasa Ini Ternyata...




Dua tahun lalu, ketika Su Yun membelikan keluarganya seekor anak anjing, dia terkejut dengan seberapa banyak hewan peliharaan itu makan.

"Sekotak buah dan dua ember kecil mi setiap hari," 
Setelah diamati, ada alasan di balik nafsu makan yang luar biasa besar itu. Anak anjing yang dibeli Su
Yun ternyata adalah seekor bayi beruang hitam.




Su Yun dan keluarganya mulai menyadari hal tersebut ketika hewan peliharaannya itu terus tumbuh besar hingga mencapai berat badan 250 pon, atau setara dengan 113 kilogram.

Selain itu, hewan yang dikira sebagai anjing tersebut menunjukkan kemampuan berjalan dengan dua kaki, dan sama sekali tidak pernah mengeluarkan suara menggonggong.
"Semakin tumbuh besar, ia terlihat seperti beruang, dan kami benar-benar terlambat menyadarinya," cerita Su Yun.

"Dia telah menjadi bagian dari keluarga kami sejak masih kecil, tapi tetap saja kami khawatir karena ia ternyata adalah seekor beruang," lanjut wanita yang tinggal di sebuah desa di dekat kota Kunming, provinsi Yunnan itu.

Su Yun memberi nama beruang hitam yang dikira anjing itu Fifi, dan hewan tersebut tidak pernah membuat keonaran yang mengancam keselamatan manusia di sekitarnya.

Meski begitu, dengan kesadaran diri, Su Yun menyerahkan Fifi kepada otoritas terkait.

Menurutnya, beruang hitam tidak bisa hidup sebagai hewan peliharaan, walaupun telah hidup dengan manusia sejak kecil.

"Kami menyayangi Fifi, tapi kami tak mungkin membiarkannya untuk tidak hidup di habitat aslinya," ujar Su Yun.

Beruang hitam itu kini telah dirawat di Pusat Penyelamatan Margasatwa Yunnan, setelah keluarga Su Yun menghubungi untuk meminta bantuan.

Dari foto yang diberikan oleh Su Yun, terlihat bahwa beruang hitam itu bisa berdiri tegak setinggi satu meter. Namun, Fifi mengamuk ketika hendak dibawa oleh petugas, sehingga terpaksa dibius.

Otoritas terkait telah mengidentifikasi Fifi sebagai beruang hitam Asia yang terancam punah. Biasanya, bayi hewan ini diperdagangkan di pasar gelap dengan harga senilai ribuan dolar AS per-ekor.

Su Yun mengaku membeli bayi beruang hitam itu pada 2016, ketika sedang berlibur ke wilayah Tibet.

Meski diliputi rasa malu karena dikira memelihara hewan yang dilindungi, faktanya Su Yun bukanlah satu-satunya yang pernah terlibat kasus ini. Ada cukup banyak individu di China yang keliru mengira bayi beruang hitam sebagai anak anjing, dan kemudian menjadikannya sebagai hewan peliharaan.

Salah satu kasus terakhir yang terungkap di media adalah ketika seorang pria, juga di provinsi Yunnan, menemukan seekor anak beruang yang dikiranya sebagai anjing liar.

Ia lantas membawa hewan itu pulang, dan ditempatkannya di dalam kandang sebagai hewan penjaga, sebelum kemudian menyadari kesalahan tersebut.




Senin, 14 Mei 2018

Mei 14, 2018

Inilah Wajah Para Pelaku Bom Bunuh Diri di 3 Gereja Surabaya


Aksi teror peledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, pelakunya terbukti satu keluarga. Seorang suami ,istri, dan empat anak. Tiga di antaranya masih di bawah umur.

Seperti di tayangkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian secara resmi mengungkapkan pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Mereka warga Wonorejo, Rungkut, Surabaya.

Kepala keluarga adalah Dita Supriyanto. Kapolri menjelaskan peran Dita dan keluarga saat melakukan aksi pengeboman.

"Pelaku ini diduga adalah satu keluarga yang melakukan serangan di Gereja Pantekosta Surabaya,"ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dita menyerang Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di jalan Arjuno. Dia menaiki minibus dan menabraknya ke gereja hingga terjadi ledakan.

Sebelumnya, Dita sempat menurunkan anak istrinya di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di jalan Diponegoro. Kemudian istrinya Puji Kuswati dan dua anaknya meledakkan bom di depan gereja. Bom diletakkan di pinggang Puji dan di paha anaknya.

Sedangkan di gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, bom bunuh diri diledakkan dua anak laki-laki Dita. Keduanya membawa bom dengan cara dipangku. Mereka memaksa masuk ke gereja dengan sepeda motor.

Rumah keluarga Dita di Jalan Wonorejo Asri Blok K-22, semalam di grebek polisi. Ditemukan empat bom yang diduga bagian dari bom yang diledakkan di tiga gereja, pada Minggu, 13 Mei. Tim Gegana langsung mengurai bom untuk mencegah ledakan.




Minggu, 13 Mei 2018

Mei 13, 2018

Kisah Haru Pengemudi Avanza Dihentikan Mendadak oleh Korban Bom Gereja di Surabaya




Pagi itu, Minggu, 13 Mei 2018, Iman tidak berada jauh dari lokasi Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di wilayah Ngagel, Surabaya, Jawa Timur. Ia kebetulan melewati kawasan setempat setelah mengisi bahan bakar minyak untuk kendaraannya.

Iman tiba-tiba terkejut karena mendengar suara ledakan keras, tidak jauh dari lokasi ia berada. Ia kemudian menghentikan laju mobil Avanza yang dikendarainya. Kala bertanya kepada warga sekitar mendapatkan jawaban bahwa ledakan itu bersumber dari trafo karena korsleting listrik.

Berusaha tidak menghiraukan, kaki Iman kemudian perlahan-lahan kembali menginjakkan pedal gas untuk melanjutkan laju mobilnya yang sempat terhenti beberapa menit akibat kaget.

Namun, betapa kagetnya ia ketika ada rombongan sekeluarga tiba-tiba menghentikan laju mobil Iman dan meminta diantarkan ke rumah sakit terdekat.

Tanpa berpikir panjang, pria yang mengaku bekerja di sebuah kantor di Surabaya itu langsung membuka pintu dan mempersilakan rombongan keluarga menaiki mobilnya.

Pedal gas pun diinjak kembali lebih dalam untuk mempercepat laju mobil menuju Rumah Sakit Bedah Surabaya di Jalan Manyar. Ia melihat orang tua yang kepalanya terluka dan membutuhkan perawatan segera.

Hal itu yang membuat ia tidak berpikir panjang untuk menanyakan apa yang terjadi dan kemudian mengantarkan mereka ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Iman baru tahu bahwa keluarga yang diantarkannya itu adalah salah satu korban ledakan bom di gereja. Beberapa menit kemudian, korban lainnya berdatangan ke rumah sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan.